Home » Jaringan Komputer 3
Tugas Jarkom


Konfigurasinya sebagai berikut :



Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa1/0
Router(config-if)#ip add 172.16.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 172.16.30.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#router ospf 75
Router(config-router)#network 172.16.10.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.20.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.30.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#
=================================================================
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.40.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa1/0
Router(config-if)#ip add 172.16.50.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 172.16.60.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 9600
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int se3/0
Router(config-if)#ip add 172.16.30.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#router ospf 75
Router(config-router)#network 172.16.40.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.50.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.60.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.30.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#


=================================================================  
Router>en 
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.16.70.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa1/0
Router(config-if)#ip add 172.16.80.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip add 172.16.60.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#router ospf 75
Router(config-router)#network 172.16.70.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.80.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 172.16.60.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#

Soal dan Penjelasan VSLM



Diketahui IP address : 192.168.1.0/24 net
Carilah  :
3 alamat untuk WAN
4 alamat untuk LAN
7 alamat Network dengan kebutuhan ip address yang berbeda

Catatan
/24 = Memiliki 254 alamat IP Address untuk Host
/25 = Memiliki 128 alamat IP Address untuk Host
/26 = Memiliki 62 alamat IP Address untuk Host
/27 = Memiliki 30 alamat IP Address untuk Host
/28 = Memiliki 14 alamat IP Address untuk Host
/29 = Memiliki 6 alamat IP Address untuk Host
/30 = Memiliki 2 alamat IP Address untuk Host

WAN = 2 + 2 + 2 + 2 = 6
LAN = 58 + 26 + 10 + 10 = 104
Jadi 6 + 104 = 110 Host
Berati semua host ada 110 Host
a.  Langkah Pertama
Kita pilih dulu host yang paling banyak di Gambar diatas, jumlah terbanyak host berada di LAN 2 yaitu kantor pusat yang berada di jakarta yaitu 58 Host
b.  Langkah kedua
Host 58 ??
Yang mendekati host 58 adalah “/26” dengan host 62 Host jadi kita pilih slash tersebut.
c.  Langkah ketiga
/26
Kita bagi jadi 4 Network
192.168.1.0 /26
192.168.1.64 /26
192.168.1.128 /26
192.168.1.192 /26

1.   Dari Network pertama yaitu 192.168.1.0 /26
Kita buat untuk 58 Host dan akhirnya jadi seperti ini,
Dengan di host ditambahakan 58

LAN 2
Network
192.168.1.0
IP Address Awal
192.168.1.1
IP Address Akhir
192.168.1.62
Broadcast
192.168.1.63 

Jadi LAN 2 Kantor Pusat yang berada di jakarta dengan 58 Host Mempunyai
Network : 192.168.1.0
IP address awal  : 192.168.1.1
Ip address akhir : 192.168.1.62
Broadcast : 192.168.1.6

2.   Dari Network Kedua yaitu 192.168.1.64 /26
Kita buat untuk 26 Host
Kita ubah dulu /26 menjadi /27
Jadi sekarang network kita menjadi 192.168.1.64 /27
Setelah itu kita bagi netwok tersebut dengan 2 Network lagi


LAN 4
Hasil Sisa
Network
192.168.1.64
192.168.1.96
IP Address Awal
192.168.1.65

IP Address Akhir

192.168.1.94

Broadcast
192.168.1.95


Jadi LAN 4  yang berada di Pekalongan dengan 26 Host Mempunyai
Network : 192.168.1.64
IP address awal  : 192.168.1.65
Ip address akhir : 192.168.1.94
Broadcast : 192.168.1.95

3.  Dari hasil tersebut networknya sisa yaitu 192.168.1.96 /27 kita pecah jadi /
     Karena kebutuhan LAN 1 dan LAN 3 hanya masing-masing 10 host
     Dan akhirnya dipecah dan hasilnya seperti tabel dibawah ini.

LAN 1
LAN 3
Network
192.168.1.96
192.168.1.112
IP Address Awal
192.168.1.97
192.168.1.113
IP Address Akhir
192.168.1.110
192.168.1.126
Broadcast
192.168.1.111
192.168.1.127

a.  Jadi LAN 1  yang berada di Semarang dengan 10 Host Mempunyai
Network : 192.168.1.96
IP address awal  : 192.168.1.97
Ip address akhir : 192.168.1.110
Broadcast : 192.168.1.111
b.  Jadi LAN 4  yang berada di Pekalongan dengan 26 Host Mempunyai
Network : 192.168.1.112
IP address awal  : 192.168.1.113
Ip address akhir : 192.168.1.126
Broadcast : 192.168.1.127

4.  Alamat terahir adalah 192.168.1.127, sehingga kita ambil ambil network yang ketiga untuk   
     WAN nya,  Network ke 3 yaitu  192.168.1.128 Karena kebutuhan untuk wan masing-masing
     2 host alangkah baiknya kita menggunakan /30 yaitu lebih efesien, dan hasilnya seperti 
     tabel dibawah ini


WAN 1
WAN 2
WAN 3
Network
192.168.1.128
192.168.1.132
192.168.1.136
IP Address Awal
192.168.1.129
192.168.1.133
192.168.1.137
IP Address Akhir
192.168.1.130
192.168.1.134
192.168.1.138
Broadcast
192.168.1.131
192.168.1.135
192.168.1.139

a.  Jadi WAN 1  yang berada di antara Pekalongan dan Jakarta
Network : 192.168.1.128
IP address awal  : 192.168.1.129
Ip address akhir : 192.168.1.130
Broadcast : 192.168.1.131

b.  Jadi WAN 2  yang berada di antara Jakarta dan Semarang
Network : 192.168.1.132
IP address awal  : 192.168.1.133
Ip address akhir : 192.168.1.134
Broadcast : 192.168.1.135

c.  Jadi WAN 3  yang berada di antara Jakarta dan Surabaya
Network : 192.168.1.136
IP address awal  : 192.168.1.137
Ip address akhir : 192.168.1.138
Broadcast : 192.168.1.139

Subnneting


Ngobrol Panas - Cara Menghitung Subnetting IP Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22= 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan 

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.010.1.0.010.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.110.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.25410.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.25510.254.255.25510.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya 
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.

Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3

dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22

Saya coba berhitung-hitung seperti demikian 
1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:
Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 2– 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
Host dan broadcast yang valid:


Maka dari perhitungan diperoleh: 
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:

Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 –> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…

Alamat host yang valid:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8
Mohon kalo’ ada yang salah, silahkan dikoreksi 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...