Home » Jaringan Komputer 1
Cara menghubungkan antar komputer via wifi tanpa acess point (Ad Hoc)

Teknologi Wireless LAN semakin umum digunakan terlihat dari sebagian besar laptop, notebook dan netbook yang dijual dapat dipastikan secara standar (802.11a/b/g/n) memiliki kemampuan untuk terhubung ke jaringan LAN nirkabel (hotspot), dengan begitu kita dapat melakukan file sharing antar komputer hingga berbagi koneksi internet.
Terdapat dua macam mode network access di wireless LAN:
  • Infrastructure, koneksi ini merupakan yang paling sering kita jumpai, ketika kita melihat poster FREE HOTSPOT atau HOTSPOT AVAILABLE atau banner-banner semacamnya di bandara atau di mall, dapat dipastikan akses ke hotspot menggunakan mode infrastruktur, diperlukan adanya wireless router atau Access Point (AP) untuk mendukung mode ini.
  • Ad Hoc, koneksi ini dapat dilakukan antar komputer langsung (peer to peer) tanpa Wrouter dan AP. Mode ini dapat dilakukan dengam syarat minimal ada 2 komputer yang memiliki Wireless LAN adapter.
Disini akan saya tunjukan langkah-langkah membangun koneksi Ad Hoc, nantinya akan sangat berguna untuk file sharing atau sekedar main multiplayer game tanpa harus menyiapkan AP;-)
Pengujian dilakukan pada Operating System Windows XP dan Windows 7 Home Premium. Yang paling mudah adalah menghubungkan antar komputer Windows XP. Jadi saya mulai dengan yang paling mudah dulu.

Ad hoc wifi antar Windows XP

  1. Buka Wireless Network Connection Status, caranya lewat Control Panel → Network Connections → buka Wireless Network Connection dengan klik 2x atau ENTER. Akan muncul jendela Wireless Network Connection Status klik tombol Properties.
    Wireless Connection Status
    Klik Properties
  2. Setelah tombol Properties di klik akan ada jendela Wireless Network Configuration Properties setelah itu klik tab Wireless Networks dan klik tombol Advance.
    Wireless Network Connection Properties
    Pilih tab Wireless Networks lalu klik tombol Advance
  3. Pada jendela Advance pilih Computer-to-computer (ad hoc) networks only lalu klik tombol Close.
    Wireless Network Connection Properties Advance
    Pilih Computer-tocomputer (ad hoc) network only dan klik Close
  4. Kembali ke jendela Wireless Network Configuration Propertiesklik tombol Add untuk menambah informasi jaringan baru.
    Wireless Network Connection Properties
    Klik tombol Add pada bagian Preferred networks
  5. Jendela baru akan muncul, isi network name (SSID) dengan dirumah (bisa diganti sesuai selera ), jangan lupa di ceklis seperti gambar di bawah pada bagian The key is provided for me automatically dan This is a computer-to-computer (ad hoc) network; wireless access point are not used (jika bagian ini di-disabledan sudah terceklis maka sama saja, jangan terlalu khawatir).
    Wireless Network Connection SSID
    Jangan lupa klik Ok jika sudah selesai.
  6. Kembali ke jendela Window Network Configuration Properties jaringan wireless baru dirumah telah berhasil anda buat dan muncul di daftar jaringan (Preferred network). Jangan lupa klik Okuntuk menyimpan semua perubahan.
    Wireless Network Connection Properties
    SSID dirumah muncul di daftar preferred network. Jangan lupa klik Ok untuk menyimpan semua perubahan
  7. Ulang langkah diatas di komputer Windows XP lain yang ingin kita hubungkan. Ingat langkah ke-5 harus sama (SSID dan Wireless network key).
  8. Pada semua komputer, mulai koneksi dengan membuka jendela Wireless Network Connection (bisa dibuka lewat tombol View wireless networks di gambar pada langkah ke-1). Klik 2x jaringan dirumah untuk memulai koneksi.
    Wireless Network List
    Wireless Network List

Ad hoc wifi antar Windows 7

  1. Buka Network and sharing center caranya masuk ke Control Panel → pilih Network and sharing center →  pilih Set up a new connection or network.
    network and sharing center
    Klik Set up a new connection or network
  2. Jendela Set up a new connection or network akan muncul scroll ke bawah lalu pilih Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network dan klik tombol Next lalu klik Next di jendela informasi selanjutnya.
    Set up a connection or network
    Piih Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network dan klik tombol Next lalu klik Next di jendela selanjutnya.
  3. Pada jendela Set up an ad hoc network masukan dirumah pada kolom Network Name, untuk Security type pilih WEP, dan Security key sepanjang 5 karakter, sebagai contoh saya isi dengan 12345 (saran: gunakan kombinasi yang lebih sulit ditebak). Jangan lupa klik tombol Next.
    Set up an ad hoc network
    Jika sudah jangan lupa klik tombol Next.
  4. Setelah itu akan ada sedikit proses loading oleh windows, tunggu saja mungkin makan waktu beberapa detik tergantung dari kecepatan komputer. Setelah proses loading selesai akan muncul informasi jaringan ad hoc yang baru saja dibuat, klik tombol Close jika sudah selesai.
  5. Kembali ke jendela Network and sharing center pilih Connect to a network dan window tray dari wireless network akan muncul. Disini kita lihat network dirumah telah ditambahkan dan sedang menunggu yang lain.
    Connect to a network
    Wireless network dirumah telah ditambahkan.
  6. Ulangi langkah di atas pada komputer windows 7 lainnya. Langkah No-3 harus sama disemua komputer windows 7 yang ingin dihubungkan (Network name, Security type, dan Security key).

Ad hoc wifi antar windows XP dan windows 7

Untuk menghubungkan komputer windows XP dan Windows 7 tanpa access point sebenarnya cukup sederhana jika kita lihat perbedaan dari langkah-langkah diatas, tinggal dibuat sedikit penyesuaian pada di Windows XP.
Lihat langkah ke-5 pada Windows XP: Hilangkan ceklis pada The key is provided to me automatically, dan isi Network key, Confirmation network key pada Windows XP sama dengan Security key pada Windows 7.

Yang harus diperhatikan

Cek alamat IP dari masing-masing komputer, coba lakukan ping jika memungkinkan (sesuaikan firewall karena ping biasanya diblokir secara default oleh windows xp atau windows 7), atau memang sudah tidak sabar, jalankan saja game multiplayer kesayangan anda 

Tips Membuat Jaringan Wi-Fi

Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peerto-peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.


1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows
Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.
2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.
3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.
4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.
5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.
6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.
7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.

 Sumber

Membuat Jaringan LAN Wireless di Windows 7

Notebook atau netbook saat ini rata-rata sudah dilengkapi dengan hardware wireless di dalamnya. Inilah yang bisa anda gunakan untuk mendapatkan jaringan internet hotspot atau jaringan LAN Wireless tanpa terkoneksi pada Internet.
Fungsi dari LAN ini yaitu salah satunya untuk sharing file. Bisa juga dimanfaatkan untuk bermain game multiplayer seperti DOTA dan CS. Untuk lebih lanjutnya bisa digunakan untuk membuat hotspot sendiri (sharing koneksi internet).
Buka Control Panel (di sini saya gunakan Win 7).
Pilih Network and Internet.
Lalu pilih Network and Sharing Center.
 
Pilih Set up a new connection or network.
Pilih pilihan yang paling bawah, set up a wireless ad hoc.
Akan muncul informasi mengenai apa itu ad hoc. Kurang lebih isinya seperti ini:
  • Jaringan ad hoc adalah jaringan sementara yang digunakan untuk berbagi file, presentasi, atau koneksi Internet antara beberapa komputer atau perangkat lain yang mendukung.
  • Jarak maksimal antara satu komputer dengan komputer lainnya adalah 30 kaki.
  • Jika anda sedang menggunakan jaringan wireless saat membuat baru/set up ad hoc ini, maka anda akan otomatis dari jaringan anda tersebut.
Selanjutnya lanjutkan proses dengan mengklik tombol next.

Langkah berikutnya adalah memberi nama jaringan yang akan dibuat beserta opsi keamanannya. Untuk nama jaringan tidak ada batasan tertentu. Di sini saya coba namai dengan nama “LAN Sora Astral”.
Pada gambar di atas, security type saya pilih open / no authentication alias tanpa perlindungan password, siapa saja yang ingin masuk ke jaringan anda dapat bebas masuk. Gunakan jika anda berada di tempat pribadi yang tidak banyak orang menggunakan laptop atau tempat yang anda yakini aman, seperti rumah.
Pada gambar selanjutnya saya memilih WEP sebagai keamanannya. Ini adalah sistem keamanan yang lama. Tingkat keamanannya sudah tidak terlalu aman karena sudah banyak cara untuk membobol jaringan tersebut. Tetapi jaringan ini mendukung perangkat wireless lama.
Lalu security key saya masukan kata “password”. Ini adalah kata kunci yang harus dimasukkan pengguna jaringan untuk dapat masuk pada jaringan ad hoc kita. Di sebelahnya ada opsi hide characters yang berguna untuk menyembunyikan kata password jika kita tidak ingin ada yang melihat kata tersebut saat anda sedang mensetup jaringan (proses yang sedang anda lakukan).
Hasilnya seperti di atas jika opsi hide characters.
Selanjutnya adalah keamanan WPA atau WPA2-Personal. Ini adalah sistem keamanan terbaru yang lebih ketat dari WEP. Sangat dianjurkan menggunakan keamanan ini. Kekurangannya adalah sistem ini tidak mendukung perangkat wireless lama. Tetapi sepertinya ini tidak akan menjadi masalah dengan banyaknya perangkat terbaru yang muncul dengan perangkat wireless terbaru pula.
Centang Save this network agar jaringan yang kita buat akan terus ada pada settingan wireless kita nantinya. Kecuali jika jaringan yang kita buat hanya akan digunakan satu atau dua kali saja.
Saat muncul tampilan di atas berarti jaringan anda telah siap dipakai. Anda bisa mengeceknya pada icon wireless di taskbar. Pastikan bahwa wireless adapter anda dalam keadaan on atau menyala dan windows tidak men-disable device tersebut.
 
Klik icon wireless (gambar computer abu-abu yang disebelahnya seperti ada garpunya).
Terlihat bahwa anda telah terhubung dengan jaringan yang baru saja dibuat yaitu LAN Sora Astral. Di bawahnya terdapat jaringan milik saya juga yang artinya kita dapat membuat banyak jaringan dengan settingan yang berbeda. Taetapi kita hanya dapat terkoneksi pada satu jaringan saja pada satu waktu.

Sumber

Setting Jaringan Wireless Ad Hoc di Windows XP

Apakah anda tahu bahwa Anda bisa me-setup jaringan Wireless Adhoc untuk menshare koneksi internet di rumah tanpa harus menggunakan router atau switch?? Tentu saja anda bisa. Anda juga bisa menggunakannya untuk men-share file atau printer antara 2 atau lebih komputer dengan jaringan wireless. Perlu diketahui bahwa Anda bisa mempunyai 9 jaringan, dimana komputer bisa mengirimkaan data secara langsung satu sama lain. Kelemahan dari jaringan ini adalah jangkauannya yang terbatas. Anda akan perlu router wireless atau akses poin untuk jangkauan jaringan wireless yang lebih luas.

Alokasi Alamat IP

Anda bisa mengalokasikan alamat IP untuk setiap komputer yang masuk ken jaringan Ad-hoc wireless. JIka Anda menggunakan 3 komputer, Anda bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1, 192.168.0.2,192.168.0.3 ke masing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0.
Catatan : Jika Anda mempunyai Internet Connection Sharing yang di-enable pada host komputer, Anda bisa men-setup komputer klien untuk mendapat alamat IP secara otomatis, kemudian komputer-komputer tersebut akan bisa mengakses ke Internet.

Konfigurasi  Komputer Host

  • Klik Start  -> Control Panel -> Network Connections.
  • Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties

gambaradhoc1
  • Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks.
  • Klik Add pada bagian Preferred networks.
gambaradhoc2
  • Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan Anda buat.
  • Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used.
  • Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman.

gambaradhoc31
  • Klik  OK dan OK lagi untuk menyimpan konfigurasi Anda.

Konfigurasi Komputer Klien

Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif
gambaradhoc4
  • Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.

gambaradhoc5
  • Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless Anda lalu klik Connect .

gambaradhoc6
Jika pada komputer host , Anda bubuhkan WEP Password maka windows XP meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan Ad Hoc Anda.
Update:
Untuk Windows XP yang tidak mempunyai DHCP Server service, user
 harus  meng-assign alamat  IP secara manual, baik yang broadcast maupun client  yang terkoneksi .

DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.


Nomor DHCP Option
Nama DHCP Option
Apa yang dikonfigurasikannya
003
Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006
Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015
DNS Domain Name
Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi “induk” dari DNS Server yang bersangkutan.
044
Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046
Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047
Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.
 

Perbedaan Hub dan Switch

Di bidang jaringan komputer seringkali kita mendengar kata hub dan switch, bentuknya mirip dan fungsinya dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan ke komputer-komputer dalam suatu jaringan.

Dari tampak luar, sebuah hub atau switch terlihat sama, keduanya memiliki jack RJ-45 untuk berhubungan dengan suatu device. Sebelum berbicara mengenai mengenai perbedaan antara keduanya maka ada baiknya kita lihat sejenak mengenai keterbatasan suatu (non switched) ethernet, yaitu hanya satu device yang dapat mentransmit data ke suatu segment pada suatu waktu tertentu. Jika lebih dari satu device berusaha mentransmit data pada waktu yang bersamaan maka akan terjadilah collision. Setelah collision terjadi maka setiap device tadi harus melakukan proses pengiriman data kembali (re-transmit). Dapat dibayangkan jika jumlah segment dalam jaringan semakin bertambah maka otomatis kemungkinan akan terjadinya collision akan semakin besar, dan karena akibat collision ini semua device akan melakukan proses re-transmit maka otomatis traffic jaringan akan menjadi relatif lebih lambat.

Sebelum ditemukannya teknologi switch, suatu jaringan dapat dibagi-bagi ke dalam beberapa segment dengan suatu device yang dinamakan bridge. Bridge memiliki dua buah port ethernet. Jika ada traffic ke dalam jaringan maka secara otomatis bridge akan mengamati device-device yang terlibat di dalamnya dari kedua sisi (melihat berdasarkan MAC address-nya). Bridge kemudian akan mampu membuat keputusan untuk mem-forward atau tidak mem-forward setiap paket data menuju ke device tujuan.

Kenapa Switch Lebih Baik?

Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya.
Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan.

Sebagai contoh misalnya ada suatu switch yang pada port-nya terpasang beberapa device berikut ini:
- Computer 1
- Computer 2
- Computer 3
- Printer
- File Server
- Uplink ke internet

Pada kasus ini, Computer 1 dapat melakukan proses print (cetak) dokumen, sementara itu Computer 2 bisa mengakses file server, dan sementara itu pula Computer 3 dapat melakukan akses ke Internet. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja. Ini juga yang disebut dengan hubungan antar device yang simultan dan bersifat independen. Jadi kesimpulannya di dalam switch terdapat suatu mekanisme filtering dan forwarding terhadap traffic jaringan yang melewatinya.
Contoh Gambar Switch



Contoh Gambar HUB













Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...